Raskin Award 2014, Penghargaan Bagi Pemda Dalam Partisipasi Secara Langsung

raskin awardIni adalah ketiga kalinya penganugerahan Raskin Award digelar yang sebelumnya diadakan pada tahun 2008 dan 2009, akhirnya acara ini diselenggarakan kembali (9/10) di kantor Perum Bulog, Jakarta. Verifikasi dan klarifikasi data/bukti di lapangan telah dilakukan mulai 30 September hingga 2 Oktober 2014 lalu, yang melibatkan tim penilai: Tikor Raskin Pusat, Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra), Perum BULOG, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Kementerian/Lembaga (K/L). Seleksi dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu, desk evaluation, isian dokumen kuesioner, wawancara langsung dengan Rumah Tangga Sasaran (RTS), serta evaluasi deskriptif terhadap kinerja lima tahun terakhir yang dilakukan oleh Pemkab/Pemkot dalam melaksanakan Program Raskin.

Hasil penilaian awal diperoleh 50 Kabupaten/Kota terbaik. Selanjutnya, dilakukan penilaian mendalam dengan mempertimbangkan aspek lain terkait Program Raskin, hingga diperoleh 18 Kabupaten/Kota yang kemudian ditetapkan sebagai nominator peraih Anugerah Raskin Award 2014.

Hasil verifikasi dan wawancara selanjutnya dianalisis secara komprehensif untuk menetapkan pemenang. Penilaian Raskin Award 2014 didasarkan pada empat aspek utama, yaitu: Manajemen Program, Partisipasi Pemda, Ketepatan Program Raskin, serta Partisipasi Masyarakat.

Raskin Award adalah sebuah penghargaan terhadap pemerintah kabupaten dan pemeritah kota yang telah menunjukkan tingkat keberhasilannya dalam pelaksanaan program Raskin. Program bantuan beras bersubsdi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (Raskin) ini terbukti cukup efektif untuk mengurangi beban pengeluaran pangan rumah tangga miskin. Program Raskin pertama kali diluncurkan pada 1998, dan terus disempurnakan, baik dari aspek perencanaan, pelaksanaan, maupun pemantauan dan evaluasinya.

”Penilaian ini berlangsung selama lima tahun dan dipandang telah dilaksanakan, mengamankan dan mensukseskan program pemerintah,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono dalam sambutannya. Beliau juga berharap bahwa penghargaan ini bisa menstimulasi daerah lain untuk dapat meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan Program Raskin. Menurutnya, tanpa ada peran serta dan dukungan dari pemerintah daerah, program ini sulit dijalankan. Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Kemenko Kesra kepada Pemerintah Kabupaten/Kota yang dinilai telah melaksanakan Program Raskin dengan baik.

Adapun pemenang penghargaan dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu:

Kategori Umum Kabupaten:
Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau
Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur
Kabupaten Kediri, Jawa Timur

Kategori Umum Kota:
Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat
Kota Sabang, Provinsi Aceh
Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo

Kategori Khusus:

Partisipasi Pemerintah Daerah Terbaik:

Provinsi Batam, Kepulauan Riau—yang telah mengalokasikan APBD dalam mendukung Pelaksanaan Program Raskin dengan jumlah relatif cukup besar, sehingga mampu menjamin keberhasilan pelaksanaan dan kelancaran program, serta sangat berpihak kepada masyarakat miskin dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

Partisipasi Masyarakat Terbaik:

Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali—yang telah berhasilmenggerakkan partisipasi masyakat dengan melibatkan “Lian Banjar” (Kepala Dusun). Pelibatan Lian Banjar ini merupakan inovasi yang sangat baik karena langsung melibatkan masyarakat dalam pendistribusian Raskin.

Transparasi Program Terbaik:

Kota Balikpapan, Kalimantan Timur–yang dinilai sangat baik terkait dengan pemutakhiran data RTS sebagai indikator utama Tepat Sasaran Program Raskin. Data RTS yang diperoleh dari TNP2K, dicetak dan dipasang di media massa, sehingga banyak memperoleh tanggapan dari berbagai kalangan. Dengan demikian masyarakat umum dapat melihat dan menilai secara langsung kelayakan RTS dalam menerima Raskin yang menjadikan Program Raskin ini lebih tepat sasaran.

Inovasi Pendistribusian Raskin Terbaik:

Kabupaten Mimika, Papua–yang mampu mengembangkan inovasi dalam distribusi Raskin, sehingga dengan kondisi geografis dan topografis yang “berat dan sulit”, serta kondisi sosio-kultural masyarakat yang rentan terhadap konflik (seperti perang antar suku), namun Raskin tetap dapat terdistribusi dengan baik, lancar, tepat waktu, tepat jumlah dan bahkan tepat harga.

sumber: TNP2K

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: