K3D Kebumen Desak Pembahasan APBD 2015 Dipercepat

RAPBDpalu peraturanKEBUMEN-Komite Kajian Kebijakan Daerah (K3D) Kebumen mendesak agar DPRD dan Pemkab Kebumen segera mempercepat pembahasan dan penetapan Rencana Anggaran dan Belanja Daerah (RAPBD) 2015 menjadi APBD. Mengingat, pembahasan RAPBD Kebumen oleh DPRD sudah molor akibat keterlambatan pembentukan alat kelengkapan dewan yang baru selesai akhir Oktober kemarin. Padahal, sesuai jadwal, pembahasan RAPBD di DPRD sudah harus selesai pada akhir November 2014 ini. Namun saat ini, pembahasan RAPBD Kebumen di DPRD baru mencapai 30 persen.

Berdasarkan peraturan Mendagri, batas akhir penetapan APBD 2015 sampai dengan akhir Desember 2014 atau kurang sebulan lagi, kata Presidium K3D Kebumen, Hariyanto kepada Ekspress, Senin (24/11).

Hariyanto menuturkan, dengan progres pembahasan yang baru mencapai 30 persen, K3D meminta DPRD maupun Pemkab Kebumen untuk segera mempercepat pembahasanya. Sehingga penetapan APBD 2015 bisa segera terlaksana. Sebab jika APBD 2015 tidak segera ditetapkan sebelum tahun 2015 dikhawatirkan akan menganggu layanan kepada masyarakat.

Dia juga meminta DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah untuk menyesuaikan jadwal sesuai batas akhir penetapan APBD yang diberikan oleh Kemendagri. Hal itu sangat penting, agar tidak terjadi keterlambatan penetapan yang akibatnya dapat mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Karena pembahasan RAPBD sudah molor dari jadwal, kami sebagai masyarakat Kebumen akan terus mengawal proses pembahasan di gedung dewan. Jika seandainya pembahasan dan penetapan APBD 2015 molor dari batas akhir yang ditetapkan, maka sejumlah masyarakat Kebumen sudah siap untuk turun ke jalan dan menduduki gedung dewan sebagai aksi protes, tutur Hariyanto.

Sementara itu wakil ketua Komisi D DPRD Kebumen, Adib Mustakim membenarkan bahwa pembahasan RAPBD Kebumen tahun 2015 menjadi APBD yang di lakukan di DPRD dan Pemkab Kebumen baru mencapai 30 persen. Kendati demikian, DPRD Kebumen menargetkan bahwa pembahasan RAPBD sudah selesai akhir Desember.

Dengan target itu, kita memperkirakan pada akhir Desember, APBD 2015 Kebumen bisa di tetapkan, pungkas pria yang juga wakil ketua fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Kebumen tersebut. Sementara itu, pemerintah kabupaten Kebumen memproyeksikan total alokasi anggaran pendapatan tahun anggaran 2015 mencapai Rp. 1,821 triliun, angka tersebut mengalami peningkatan sebesar Rp. 150,9 miliar lebih atau naik 8,29 persen.

Tak berbeda dengan tahun anggaran sebelumnya, APBD Kabupaten Kebumen 2015 masih ditopang oleh dana perimbangan yang mencapai Rp. 1,245 triliun. Terdiri dari; Dana Bagi Hasil Pajak/bukan pajak sebesar Rp.30,8 miliar, Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp. 1,146 triliun, Dana Alokasi Khusus (DAK) yang mencapai Rp. 69,01 miliar.

Dana perimbangan ini meningkat Rp.13,2 miliar atau naik 1,07 persen di bandingkan tahun 2014 yang hanya 1,23 triliun.
Alokasi dana lainnya diperoleh dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 173,4 miliar. Target pendapatan asli daerah (PAD) ini juga mengalami kenaikan Rp.9,8 miliar lebih atau naik 6 persen jika dibanding target Perubahan APBD 2014 sebesar Rp. 163,5 miliar.

Sedangkan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp. 553,5 miliar lebih. Yang terdiri dari dana bagi hasil pajak propinsi sebesar Rp 65,9 miliar, dana penyesuaian dan otonomi khusus Rp. 412,1 miliar dan bantuan keuangan propinsi atau pemerintah daerah lainnya sebesar Rp. 75,4 miliar.

Optimalisasi pengelolaan pendapatan daerah dilakukan dengan mensinergikan program intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah, kata Bupati Buyar Winarso saat membacakan nota keuangan RAPBD tahun anggaran 2015 pada rapat paripurna DPRD Kebumen, Senin (24/11).

Sementara itu, anggaran belanja daerah 2015, dibedakan; anggaran urusan wajib dan urusan pilihan. Untuk urusan wajib di proyeksikan Rp.1,960 triliun. Anggaran terebut paling besar diserap untuk belanja tidak langsung sebesar Rp. 1,422 triliun lebih. Belanja langsung sebesar Rp. 537,6 miliar lebih. Sedangkan untuk urusan pilihan mencapai Rp. 76,49 miliar lebih. Sehingga jumlah belanja pada APBD 2015 diproyeksikan mencapai Rp. 2,036 triliun lebih.
Untuk peningkatan pendapatan ini disumbang dari komponen PAD yang mengalami peningkatan 8,29 pesren, dana perimbangan 1,07 pesren dan lain-lainnya 30,06 pesren, ujarnya.

Buyar melanjutkan, dengan menggunakan prinisp efesiensi dan efektifitas dalam mengalokasikan anggaran, Pemkab Kebumen lebih mengutamakan pada aspek sinergitas dan prioritas program. Dengan memperhatikan kondisi sosial dan perekonomian daerah, Pemkab Kebumen mengalokasikan anggaran belanja sebesar Rp. 2,036 triliun lebih. Yang terdiri dari alokasi belanja tidak langsung sebesar Rp. 1,451 triliun lebih dan belanja langsung sebesar Rp.585,566 triliun lebih. Penyampaian RAPBD oleh Bupati lebih dari 20 hari dari penyampaian tahun lalu, yang digelar pada 4 November 2013. (ben/ori).

Sumber: Kebumen Ekspress, Selasa, 25 November 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: