TNP2K Fasilitasi Persiapan Pelaksanaan Pemutakhiran Basis Data Terpadu (BDT) 2015

BDTBerkaitan dengan rencana pelaksanaan Pemutakhiran Basis Data Terpadu (BDT) yang akan dilakukan di tahun 2015, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) mengadakan “Lokakarya Persiapan Pelaksanaan Pemutakhiran Basis Data Terpadu 2015” yang berlangsung pada tanggal 2-6 Maret 2015 di Hotel Salak, Bogor. BDT merupakan sebuah sistem basis data yang dapat digunakan untuk perencanaan program perlindungan sosial yang menyediakan nama dan alamat calon penerima bantuan sosial, baik rumah tangga, keluarga maupun individu berdasarkan pada kriteria-kriteria sosial-ekonomi yang ditetapkan oleh pelaksana program dan bertujuan memperbaiki kualitas penetapan sasaran program-program perlindungan sosial.

Dengan menggunakan data dari BDT, jumlah dan sasaran penerima manfaat program dapat dianalisa sejak awal perencanaan program. Hal ini akan membantu meminimalisasi kesalahan dalam penetapan sasaran program sosial.

Seperti telah dikatakan oleh Wapres dalam kunjungannya ke TNP2K beberapa waktu lalu, bahwa Pemerintah sebaiknya menggunakan satu data untuk program perlindungan sosial dan cukup data itu saja yang dilakukan pemutakhiran (updating) secara regular. “Tidak perlu banyak data, cukup satu data saja yang digunakan dan kita lakukan pemutakhiran secara teratur,” Jelas Wapres.

Hal senada juga disampaikan oleh Deputi Bidang Statistik Sosial, Badan Pusat Statistik, Wynandin Imawan, saat membuka lokakarya yang menekankan perlunya pemutakhiran data secara berkala dalam upaya pencapaian penurunan angka kemiskinan secara nasioal. “Pemutahiran BDT merupakan suatu keharusan dan memegang posisi kunci dalam pencapaian target nasional penurunan angka kemiskinan,” tegasnya.

“Tugas TNP2K adalah memfasilitasi BPS agar pemutahiran BDT dapat terlaksana dengan baik dan mencapai tujuannya. Untuk itu perlu adanya dukungan dan pengawalan dari seluruh jajaran baik pemerintah pusat, pemerintah daerah dan lapisan masyarakat sehingga pemutakhiran data ini berjalan lancar,” ujar Sudarto Sumarto, Kepala Penasihat Kebijakan, TNP2K.

Saat ini BDT telah dimanfaatkan untuk melaksanakan program perlindungan sosial seperti program Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang diluncurkan pada tahun 2013; serta program Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia sehat pada tahun 2014. Selain itu Basis Data Terpadu juga ikut mendorong perbaikan mekanisme program Bantuan Siswa Miskin (BSM) dari berbasis sekolah menjadi berbasis rumah tangga, serta digunakan juga untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi 86,4 Juta Individu.

sumber: TNP2K

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: