Dorong Figur Kader Parpol

kang hariSUARA MERDEKA – Fenomena menjelang Pilkada Kebumen yang rencananya akan digelar Desember 2015 mengusik pikiran Presidium Komite Kajian Kebijakan Daerah (K3D) Kebumen Hariyanto. Bagaimana tidak, para pengurus partai politik (parpol) saat ini justru sibuk membangun komunikasi politik dengan para kandidat yang menyiapkan diri sebagai calon bupati dan wakil bupati dari luar partai. ‘’Seolah parpol yang mempunyai kursi di DPRD tidak punya memiliki keberanian untuk mengusung kandidat bupati maupun wakil dari kader internal partai,’’ kata Hariyanto kepada Suara Merdeka, Rabu (11/3).

Menurut dia, figur di internal partai yang ada sesungguhnya tidak bisa dianggap sebelah mata dari sisi senioritas maupun keberhasilan memimpin partainya.

Buktinya, dengan adanya beberapa parpol yang dapat menambah jumlah kursi di DPRD, seperti PAN, PKB, dan Gerindra. Pegiat LSM ini pun mencontohkan, PAN mempunyai kader sekaligus ketua parpol Barli Halim yang dinilai cukup berpengalaman mempimpin partainya dan pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kebumen.

Kemudian PKB, mempunyai Zaeni Miftah yang di bawah kepemimpinannya, PKB dalam Pileg 2014 berhasil menambah jumlah kursi dari empat kursi menjadi enam kursi. ‘’Bahkan, PKB juga memperoleh jabatan dalam kursi pimpinan DPRD,’’ imbuh alumnus SMA 1 Karanganyar tersebut.

Partai Gerindra mempunyai tokoh muda yang potensial pada diri Sandi Kuncoro dan Sri Susilowati yang pernah menjabat sebagai kades Sangubanyu. Demokrat mempunyai figur yang cukup matang dalam dunia politik yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Kebumen, yaitu Joko Budi Sulistyanto.

Lalu PDIP, sebagai partai pemenang pemilu memiliki segudang kader yang sangat potensial, mulai Probo Indartono, Rustriyanto, Cipto Waluyo dan beberapa tokoh lainnya.

Kemudian PKS, mempunyai kader yang sangat tidak perlu diragukan lagi militansinya, sekaligus tokoh muda dan Ketua PKS Fatah Banani, PPP yang dinilai cukup mapan dengan tokoh yang berpengalaman dalam percaturan politik lokal yakni Yusuf Cahyono.

Dia pun menyayangkan, parpol cenderung mengandeng para calon kandidat bupati/wakil bupati yang kuat pendanaannya. ‘’Di titik inilah rawan praktik transaksional pimpinan parpol dengan para kandidat yang nilainya ratusan juta rupiah,’’ katanya. (Supriyanto-42/SuaraMerdeka, Kamis, 12 Maret 2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: