TNP2K Bersama Kemendikbud Fasilitasi Rakernas untuk Meningkatkan Kinerja Guru

guruDalam rangka memfasilitasi tinjauan menyeluruh mengenai pelaksanaan Kinerja dan Akuntabilitas Guru (KIAT Guru), Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) guna memajukan pendidikan Indonesia khususnya di daerah perdesaan dan terpencil melalui inovasi tata kelola guru dan partisipasi masyarakat yang diadakan pada (25/08) bertempat di Auditorium Kemendikbud, Jakarta.

KIAT Guru adalah suatu inisiatif dalam mengembangkan inovasi bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Keerom, Kaimana, dan Ketapang. Berbagai kajian dan ujicoba dilaksanakan untuk melibatkan peran serta masyarakat di 31 desa dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Pendekatan yang dilakukan oleh KIAT Guru adalah memperbaiki mekanisme dan transparansi pembayaran tunjangan guru di tiga kabupaten tersebut, dan dikaitkan dengan keberadaan dan kualitas pelayanannya selama kurun waktu dua tahun terakhir ini.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Lembaga Penelitian SMERU pada tahun 2010, hampir 1 dari 3 guru yang menerima tunjangan khusus mangkir dari kewajibannya untuk mengajar di kelas. Badan PBB untuk anak-anak (UNICEF) bahkan menemukan bahwa hampir 1 dari 2 guru SD di pedesaan dan daerah terpencil di Provinsi Papua dan Papua Barat mangkir dari kewajibannya di kelas.

Bambang Widianto, Deputi Kasetwapres Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan/Sekretaris Eksekutif TNP2K, meyakini perlunya mengaitkan antara tunjangan yang diterima guru dengan kinerjanya agar peningkatan pelayanan dan capaian pendidikan dapat ditingkatkan melalui perbaikan mekanisme pembayaran tunjangan terkait dengan kinerja guru serta pelibatan masyarakat dalam pemantauan kinerja guru.

Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, menyatakan sangat antusias mendengar adanya inovasi yang diupayakan oleh TNP2K. Guru adalah hal paling strategis dalam upaya memajukan pendidikan di Indonesia. “Guru bukan hanya sebagai objek yang perlu diawasi, mereka justru aktor utamanya untuk itulah kita perlu mendukungnya. Jika kini tingkat kemangkirannya sangat tinggi, ini adalah tugas kita bersama untuk membantu permasalahan yang dialami. Mengingat sebagian yang terlibat di lapangan dalam tim KIAT Guru ini adalah mereka yang juga pernah terlibat sebagai pengajar muda di daerah terpencil. Hadirnya satu orang yang sangat komit di suatu daerah ternyata bisa menjadi motor penggerak terjadinya perubahan besar di daerah tersebut,” tegas Mendikbud.

Beliau juga menyampaikan bahwa orangtua perlu berkomunikasi langsung dengan sekolah sehingga tidak melulu melalui perwakilan Komite sebagai wakil orangtua yang cenderung membahas masalah manajerial dan operasional sekolah. Komunikasi langsung antar orangtua dan guru perlu lebih intensif sebab menurutnya tanggung jawab pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama. Tidak cukup hanya satu kali dalam setiap semesternya. Untuk itu diperlukan strategi penguatan pelakuk pendidikan dan kebudayaan, peningkatan mutu dan akses, serta pengembangan efektivitas birokrasi melalui tata kelola dan pelibatan publik.

Hal lain yang juga disampaikan oleh Mendikbud, kedepannya diperlukan perluasan kerjasama dengan pelibatan banyak pihak, seperti misalnya Kementerian Agama (Kemenag) yang juga memiliki tantangan yang sama dalam mengelola guru Madrasah.

Sumarna Surapranata, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, menyampaikan bahwa studi kemangkiran yang dilakukan oleh Education Sector Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) tahun 2014 menemukan tingkat kemangkiran guru di daerah terpencil 2 kali lebih besar dibanding kemangkiran di tingkat nasional. “Salah satu penyebab kemangkiran tersebut adalah karena ketidakhadiran pengawas. Oleh karena itu, diperlukan peran serta masyarakat untuk mengawasi dan melaporkan tingkat kehadiran dan kinerja layanan guru di daerahnya masing-masing,” kata Sumarna.

Melalui KIAT Guru, TNP2K mengembangkan tiga instrumen penilaian kinerja layanan guru. Instrumen pertama adalah menggunakan aplikasi berbasis Android yang dapat digunakan untuk mendata kehadiran guru dan murid secara akurat. Kedua, instrumen untuk mendiagnosa dengan cepat kemampuan dasar para peserta didik dalam literasi dan numerasi dasar peserta didik. Hasil pemetaan kemampuan dasar murid secara sederhana memungkinkan masyarakat untuk mengetahui sejauh mana capaian murid-murid di desa mereka dibandingkan dengan standar capaian Kurikulum 2006.

TNP2K juga mengembangkan instrumen yang memungkinkan masyarakat untuk menilai kinerja layanan guru berdasarkan 5-8 indikator, yang secara sederhana menuntut peningkatan Kompetensi Guru dalam hal profesionalitas, pedagogik, sosial, dan kepribadian guru. Indikator tersebut dituangkan dalam Formulir Penilaian Layanan yang diisi dan dilengkapi setiap bulan oleh Komite Pengguna Layanan yang terdiri dari perwakilan orang tua murid, tokoh agama dan masyarakat, dan anggota masyarakat lainnya. Pelibatan masyarakat ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pelaksanaan Undang Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, sehingga indikator capaian dan alokasi anggaran dana desa dapat dikaitkan pula dengan peningkatan layanan pendidikan di desa.

Ketiga instrumen tersebut digunakan sebagai perangkat kebijakan untuk mengaitkan pembayaran tunjangan dengan kinerja layanan guru, dan untuk meningkatkan akuntabilitas guru kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan amanat Undang Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, yang telah diadaptasikan untuk bidang pendidikan. Kegiatan ini diharapkan bisa membangun sistem tata kelola guru yang akuntabel dengan mengaitkan pembayaran tunjangan dengan kinerja guru, dan memungkinkan dukungan dan penilaian masyarakat bagi peningkatan kinerja layanan guru.
sumber: web tnp2k

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: